Friday, 29 September 2017

10 Filosofi Mendaki Gunung Yang Bisa Merubah Hidup Anda

Saya akan sharing tentang filosofi dari mendaki gunung yang akan bisa merubah hidup Anda :
 
1. Sebelum mendaki, Sobat harus menetapkan tujuan dahulu, mau sampai puncak gunung atau tidak. Begitu pula dalam kehidupan.



Tujuan orang mendaki gunung berbeda-beda. Sobat harus mampu menilai kemampuan diri sendiri serta keinginan atau motif yang sobat miliki. Mendaki gunung itu tidaklah harus sampai puncak gunung sob, kamu bisa saja hanya ngecamp di separuh jalur pendakian, seperti di Ranu Kumbolo yang ada di Gunung Semeru.
Hidup itu seperti naik gunung. Sebelum melakukan sesuatu, sobat harus menetapkan apa tujuan hidupmu. Tetapkan sesuatu yang kamu yakin bisa capai. Serta kamu harus tahu apa yang benar-benar jadi keinginanmu yang akan membuatmu bahagia dalam hidup ini.

2. Siapkan perencanaan. Dari peralatan dan kondisi tubuh serta persiapan mental.



Sejatinya mendaki gunung tak sama dengan berwisata ke taman hiburan loh ya. Medan dan situasi yang akan di lewati sangat sulit dan tak tertebak. Untuk itu sobat sangat memerlukan perlu perencanaan yang matang. Mulai dari menentukan lokasi tujuan, waktu keberangkatan, jalur pendakian, titik tempat istirahat, persiapan semua perlengkapan dan memastikan kondisi tubuh yang fit, serta kemantapan mental kita untuk mendaki berani atau tidak. Mendaki tanpa rencana yang matang bisa membunuhmu, jadi ini bukan perkara main-main sob. Dalam menjalani hidup pun begitu. Kita harus selalu memulai langkah dengan perencanaan matang agar semua berjalan dengan baik-baik saja sesuai harapan.

3. Sobat bisa mendaki sendirian, namun lebih baik lagi jika kamu berjalan bersama teman atau team.
Medan dan situasi yang berat akan terasa lebih ringan kalau kamu memiliki teman seperjalanan. Alangkah baiknya sobat mengajak teman yang mau mendaki bersama. Sendiri memang membuatmu melangkah lebih cepat, namun bersama teman akan membuatmu melangkah lebih jauh lagi.
Begitupun dengan hidup ini. Meski kita merasa bisa jalan sendirian, percayalah kita sebenarnya tetap membutuhkan teman atau pendamping, entah itu pasangan hidup, keluarga atau teman untuk menjalani hidup.




4. Kamu akan menyadari bahwa ini bukan tentang menaklukan gunung, tapi menaklukan diri sendiri.



Tantangan dan situasi yang berat akan membuatmu berpikir untuk menyerah. Kelelahan, oksigen yang menipis dan hawa yang dingin, mendan yang berat adalah alasan yang cukup bagimu untuk menyerah. Kamu akan sadar, bahwa mendaki bukan tentang menaklukan alam, tapi menaklukan diri sendiri. Begitu pula dengan hidup ini. Menjadi hebat bukan tentang menaklukkan dunia dan seisinya, tapi menaklukan ego diri sendiri dan menguasai diri.


5. Mencapai puncak tujuan butuh perjuangan dan pengorbanan. Bukankah kehidupan juga begitu?



Puncak gunung yang jadi tujuanmu mendaki membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tidaklah sedikit. Setiap seorang pendaki pasti merasakan hal ini. Tak ada pesawat atau kendaraan yang memudahkan perjalanan, semua butuh perjuangan perjalanan kaki. Sama dengan perjalanan hidup. Tidak ada yang instan di dunia ini. Jika kamu ingin mencapai tujuanmu, kamu harus berusaha dan berjuang untuk ke sana. Akan selalu ada banyak halangan dan rintangan yang harus sobat lewati untuk mencapai puncak kesuksesan.


6. Jika sobat ingin mendapatkan atau melihat sesuatu yang mengagumkan, keluarlah dari zona nyaman sobat.



Gunung bukan merupakan zona nyaman bagi setiap orang. Perjalanan ke puncak gunung dan mendapatkan pemandangan indah itu butuh proses yang tak segampang membalikan telapak tangan. Mendaki gunung menunjukkan kamu berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan kemudahan hidup di perkotaan. Sama dengan menjalani hidup. Kesuksesan selalu datang bagi orang yang berani keluar dari zona nyaman. Kesuksesan adalah milik orang yang menerima dan melewati tantangan.


7. Ketahuilah, tubuh kita bukanlah mesin. Sesekali kita butuh istirahat sejenak.
Saat mendaki gunung kamu akan tahu ada batasan bagi tubuh manusia untuk beraktivitas. Agar perjalananmu bisa sampai puncak, kamu butuh istirahat untuk mengisi ulang energimu.



Begitu pula dalam hidup, di sela-sela kesibukanmu bekerja atau kuliah, kamu butuh mengistirahatkan tubuhmu. Bisa juga liburan, main sama teman-teman atau bercengkrama dengan keluarga. Karena memang, tanpa "istirahat" hidupmu justru tak akan bahagia.


8. Ketika naik gunung akan membuatmu sadar, ada banyak orang baik di dunia ini yang masih mau menolong.
Kamu akan menemui dan berpapasan dengan beragam karakter manusia. Namun begitu, satu hal yang pasti bahwa ketika kamu dalam situasi sulit, akan ada orang yang menolong dan membantumu. padamu.



Entah menawarkan minuman atau hanya memberikan semangat. Sama halnya dengan hidup. Dunia ini masih banyak orang baik yang akan menemani perjalanan hidupmu. Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang baik dan peduli. Apalagi, jika kamu juga baik pada orang lain.


9. Kamu akan merasa kecil dan tak berdaya setelah sampai di puncak gunung.




Ketika sampai di puncak, ada rasa bahagia di hati. Kamu berhasil melewati semua rintangan untuk sampai di sini. Rasa puas ini hanya akan berlangsung beberapa menit, berikutnya kamu akan sadar bahwa kamu hanyalah titik kecil di dunia yang begitu besar dan luas. Ada rasa syukur atas semua nikmat yang diberikan Tuhan.


10. Kamu memahami makna pulang ke rumah. Keluarga adalah segalanya.




Tujuan mendaki gunung bukanlah mencapai puncak, namun pulang ke rumah dengan selamat. Selama di gunung kamu akan sadar, bahwa rumah adalah tempat terbaik yang memberimu perlindungan dan kehangatan, hal yang tidak kamu dapat selama di gunung. Ini akan membuatmu lebih menghargai arti rumah, selalu berusaha untuk pulang ke rumah, tempatmu berasal. Jadi apapun kamu nanti, keluarga adalah tempat kembali.

Jadi kesimpulanya mendaki gunung sama dengan menjalani kehidupan ini sob. Kamu butuh kerendahan hati, konsistensi, strategi dan keteguhan niat untuk sampai pada apa yang kamu inginkan.








Share this

Comments
0 Comments

0 Comment to "10 Filosofi Mendaki Gunung Yang Bisa Merubah Hidup Anda"

Post a Comment